Jika diperhatikan, bahasa orang2 yang suka bash ini rata rata sama gayanya.
Ciri-ciri orang yang sedang nge-bash:
-Bahasanya nyolot
-Logikanya beda tipis sama sinetron.
-"Mulut Pelaut" kata kartun Spongebob.

Krabs is a @#$*%^!
Ini nih contoh bashing. Jangan bash orang ini, abaikan saja.
Yang saya permasalahkan bukan akun ini, tapi orang yang menulis tweet tadi.
Dan orang tadi memenuhi ketiga ciri tadi. Berarti dia sedang ngebash.
Bahasa nyolot, jelas.
Bisa dibuktikan di kalimat "GUE PUNYA OTAK LAH! ****** BANGET SIH LO!"
Ya iyalah, semua orang juga punya otak kali, pernah belajar bahasamu sendiri tidak?
Kalimat di atas pastinya respon dari pertanyaan semacam "Punya otak tidak?" atau "Nggak punya otak ya?"
Yang harus disalahkan siapa? Si penanya yang menanyakan hal yang jelas-jelas tidak perlu dijawab, atau si penjawab yang menjawab tanpa berpikir dahulu?
Saya pribadi akan menyalahkan si penjawab.
Pertanyaan tadi kan mengandung makna tidak sesungguhnya atau konotasi, kalau kamu mengartikan secara harfiah, ya ketahuan lah siapa yang logikanya nggak nyampe.
Ya saya tahu anda emosi, anda benci artis X. Tapi bencinya nggak perlu niat begitu.alay.
Logika sinetron?
Apa itu logika sinetron?

Cukup dilihat dari dua gambar di atas logikanya
Sinetron itu masuk rasis lah, apalagi dengan kota dimana saya tumbuh, Yogyakarta.
Para produser amatiran itu membuat image kota saya menjadi kota penghasil pembantu. Cerita teman saya, Kebanyakan pembantu di sinetron itu berasal dari Jawa Tengah-Yogyakarta dan jika ditanya darimana asalnya maka akan menjawab ,"Gunung Kidul" dengan aksen jawa yang dipaksakan.
Ampunilah dosa hambamu.
Mulut pelaut, ingat episode ketika Spongebob dan Patrick mempelajari kata kata kotor dari tempat sampah?
Saya ingat kata kata si pemulung, "Apa kau mencium ibumu dengan mulutmu itu?" Setelah mendengar spongebob berkata kasar.
Dalem lho, "menggunakan mulut yang sama untuk mencium wanita terhormat seperti ibumu tapi juga digunakan untuk mengatakan hal yang kurang pantas"
Kalau bukti mulut pelaut sih dari screen capture juga kelihatan. Betapa dia melecehkan ibunya.
Sebenarnya saya tidak mau menggunakan istilah bashing di sini, karena kasus seperti ini lebih dari bashing untuk saya.
Bisa dikategorikan pencemaran nama baik, penghinaan, dan perlakuan tidak menyenangkan (atau 3P).
Dan ketiganya bisa dijadikan tuntutan untuk menyeret seseorang ke meja hijau.
Tapi jika ada akun yang memang seperti itu, lebih baik abaikan. Respon kalian itu seperti suplai makanan ke dirinya. Malah menambah energi untuk membodohi dirinya sendiri. Lagipula jika anda lakukan berarti anda sama saja dengan dia. Mau menambah nama anda di daftar orang yang tidak mau memaksimalkan otaknya di Indonesia?
Saya tahu contoh yang saya sebutkan tadi memang hanya satu dari sekian banyaknya pribadi orang yang masih *maaf* primitif tadi. Maaf jika kata kata saya terlalu menyudutkan, karena jujur saya lelah dengan kasus bashing. Kasus alay dan mainstream. Padahal saya benci alay dan mainstream hehe.
Balik ke diri anda sendiri,
Bashing itu apa untungnya?
Kalian sadar atau tidak, setelah melakukan kegiatan bashing, anda kehilangan dua hal;
Respek orang-orang dan (minimal seorang) Teman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar