Sudut pandang itu berbeda, kita tidak bisa memaksakan untuk dijadikan satu.
Jadi saya tidak memaksa anda sependapat dengan saya, tapi saya tidak menyuruh anda merasa paling benar.
30.12.12
Beda RP dan Parodi
Apasih beda RP dan parodi?
Ga di ask.fm, ga di twitter pasti dapet pertanyaan itu.
Pikiran saya udah cukup keruh sama pertanyaan itu, dan di pikiran gua mikir kenapa mereka ga googling sendiri. Dan ada yang ngomong gini ke saya, "Enakan nanya sama lu om,"
Waks saya ambil positifnya, berarti saya lebih dibutuhkan daripada GOOGLE hahahaha.
Okelah bahasa saya campur aduk.
Kebetulan ask.fm sudah memasuki fase sepi, saya memutuskan membuat postingan FAQ. Kali aja ada yang nanya LAGI dan saya gaperlu sedia payung/piring cantik untuk menyelamati mereka sebagai penanya kesekian atau apalah
"Om, bedanya parody dan rp itu apa?" saya yang biasanya bakal facepalm melihat pertanyaan ini akan dengan senang hati menjawab, "Silahkan cek link ini, baby.." Sembari memberi tatapan maut ala Don Juan.
Lalu ia jatuh cinta pada saya, kami couplean, lalu ternyata dia real Tiffany SNSD. Sungguh, berkhayal itu indah..
Anak saya sama Tiffany jadinya apa ya. Ah sudahlah berhenti bermimpi bung, kau tidak mungkin mendapatkan Tiffany.... kali aja jodohnya malah sama Krystal.
Mulai dari parodi dulu ya, karena jujur saya lebih suka parodi.
Parodi itu sifatnya menghibur, lebih ke lucu-lucuan. Jelas lah diwajibkan ooc. Tapi kebanyakan anak rp pada ga ngerti maksud ooc untuk parodi itu gimana.
OOC itu OUT OF CHARACTER, maksudnya kita memerankan si artis secara melenceng dari sifat aslinya.
Nah sementara parodi yang ooc itu, yang disuruh ooc itu cuma sifatnya. Tapi kita mesti ngerti betul kondisi dan keadaan si artis tersebut.
Macem sinetronisasi twitter si artis.
Misal pas ada berita Sunye WG nikah.
Bakal epic kalo ada parodi Sunye ngetweet segera: "Gua mau kawin Januari, ciye yang masih pada belom laku kesian deh ckck"
Trus dibales sama Yubin WG (Yubin lebih tua dari Sunye kan?): "Ciyee yang ngelangkahin gue kawin..pret"
Oke itu tadi gabisa buat patokan. Secara candaan yang saya lontarkan itu candaan oom-oom, garing tapi dipaksakan. Saya yakin parodies Indonesia lebih lucu.
Tapi tetep aja itu epic. Kalo saya liat, parodi se-ooc apapun gaakan ninggalin ciri khas karakter yang dia mainkan. Coba cek artikel tentang Parodi Twitter Terbaik di sini.
Ambil contoh dari artikel tadi, misal @LastDolphin.
Parodi itu kebentuk dari isu bulan Agustus tentang mulai punahnya lumba-lumba hidung botol.
Si Dolphin ini pastinya ooc (semua orang tau, kecuali kamu percaya lumba-lumba bisa ngomong)
Simpel aja, cuma sekedar tweet "Flipper sohib gua pasti lagi main di dalem kuburannya dia!" atau "Bro? Halo? Semuanya pada kemana?(Padahal dia lumba-lumba terakhir)" Ya kalau selera humor kalian kasta tinggi pasti kalian ketawa.
Dan kalian liat jumlah retweets yang @LastDolphin dapet? 2000+, nggak sedikit.
Tapi saya tanya lagi, si @LastDolphin ini meninggalkan ciri khasnya sebagai "Lumba-lumba terakhir" tidak?
Segala tweet yang dia buat selalu berujung ke fakta bahwa dia adalah lumba-lumba terakhir.
Tapi bisa dilihat di Indonesia, account yang mengaku parodi. Nggak ada yang menunjukkan ciri khas karakternya, tapi malah fokus ke "ngobrol ke sesama parodi" dibanding menghibur timeline. Sama aja kayak akun RP.
Kalau saya bilang, parodi yang sukses di Indonesia itu @Poconggg.
Kalau RP sendiri apaan om?
RP?
RP itu seperti yang kita lihat. Di timeline kita, meskipun di bionya tertulis parodi, dia adalah roleplayer.
Sekali lagi, dia adalah roleplayer. Btw, ini ada tips trik untuk bermain roleplayer di twitter, klik di sini.
Dan saya bilang sekali lagi, jangan malas untuk membaca ini jika anda memang belum mengerti.
Soalnya saya pernah lihat ada rp seperti ini, "Bedanya rp sama parody apa ya?" Begitu diberi link ke situs penjelasannya, malah bilang "Aduh panjang, males baca".
Kill yourself, please.
Roleplayer itu tempat dimana kita memerankan si artis, sebenarnya dunia RP Indonesia itu yang mengandung lebih banyak ooc dibanding parody.
Dan dunia RP kita ini makin kacau sejak isu "ooc-less ooc". Yang setuju langsung pada ngelakuin, nyoba less ooc. Yang tidak setuju itu menjadi masalah untuk saya, mereka justru sibuk ngebash sana-sini, terus berkata indah tentang betapa bodohnya ide less ooc, tidak ada rp yang tidak ooc, dan ada juga yang menulis opini yang tidak didahului riset dan belajar tentang rpw dahulu, istilahnya, hanya sekedar omong kosong.
Kalau tidak mau mencoba less ooc, jangan sudutkan orang-orang yang sudah berusaha less ooc. Karena sejauh yang saya baca di situs tips dan trik bermain RP, sebenarnya ooc itu tidak dilegalkan. Tapi karena kita di Indonesia dan budaya RPs kita sudah sering ooc yasudah, yang penting tidak mengotori nama artisnya kan?
Tapi apa gunanya tidak mengotori nama artis realnya tapi tidak membawa ciri khas dari artis itu? Ini membuat saya sendiri jadi ikut merenung. Yes, I'm a bad roleplayer, trust me.
Satu hal yang ingin saya lakukan, saya ingin menjadi roleplayer yang mampu menyatukan ciri khas saya sebagai owner acc dan ciri khas artis yang saya perankan.
But, its too late. It's already December 31 of 2012.
Saya bisa bilang, 2012 adalah masa terburuk RPW.
Bagaimana dengan 2013? Bisakah kita mengubah pola pikir RPs Indonesia?
Jangan ada yang berbau nyolot lagi jika bisa.
-Jantan.
Ga di ask.fm, ga di twitter pasti dapet pertanyaan itu.
Pikiran saya udah cukup keruh sama pertanyaan itu, dan di pikiran gua mikir kenapa mereka ga googling sendiri. Dan ada yang ngomong gini ke saya, "Enakan nanya sama lu om,"
Waks saya ambil positifnya, berarti saya lebih dibutuhkan daripada GOOGLE hahahaha.
siapa butuh anda selama ada MYPD hah
Okelah bahasa saya campur aduk.
Kebetulan ask.fm sudah memasuki fase sepi, saya memutuskan membuat postingan FAQ. Kali aja ada yang nanya LAGI dan saya gaperlu sedia payung/piring cantik untuk menyelamati mereka sebagai penanya kesekian atau apalah
"Om, bedanya parody dan rp itu apa?" saya yang biasanya bakal facepalm melihat pertanyaan ini akan dengan senang hati menjawab, "Silahkan cek link ini, baby.." Sembari memberi tatapan maut ala Don Juan.
Lalu ia jatuh cinta pada saya, kami couplean, lalu ternyata dia real Tiffany SNSD. Sungguh, berkhayal itu indah..
Anak saya sama Tiffany jadinya apa ya. Ah sudahlah berhenti bermimpi bung, kau tidak mungkin mendapatkan Tiffany.... kali aja jodohnya malah sama Krystal.
Mulai dari parodi dulu ya, karena jujur saya lebih suka parodi.
Parodi itu sifatnya menghibur, lebih ke lucu-lucuan. Jelas lah diwajibkan ooc. Tapi kebanyakan anak rp pada ga ngerti maksud ooc untuk parodi itu gimana.
OOC itu OUT OF CHARACTER, maksudnya kita memerankan si artis secara melenceng dari sifat aslinya.
Nah sementara parodi yang ooc itu, yang disuruh ooc itu cuma sifatnya. Tapi kita mesti ngerti betul kondisi dan keadaan si artis tersebut.
Macem sinetronisasi twitter si artis.
Misal pas ada berita Sunye WG nikah.
Bakal epic kalo ada parodi Sunye ngetweet segera: "Gua mau kawin Januari, ciye yang masih pada belom laku kesian deh ckck"
Trus dibales sama Yubin WG (Yubin lebih tua dari Sunye kan?): "Ciyee yang ngelangkahin gue kawin..pret"
Oke itu tadi gabisa buat patokan. Secara candaan yang saya lontarkan itu candaan oom-oom, garing tapi dipaksakan. Saya yakin parodies Indonesia lebih lucu.
Tapi tetep aja itu epic. Kalo saya liat, parodi se-ooc apapun gaakan ninggalin ciri khas karakter yang dia mainkan. Coba cek artikel tentang Parodi Twitter Terbaik di sini.
Ambil contoh dari artikel tadi, misal @LastDolphin.
Parodi itu kebentuk dari isu bulan Agustus tentang mulai punahnya lumba-lumba hidung botol.
Si Dolphin ini pastinya ooc (semua orang tau, kecuali kamu percaya lumba-lumba bisa ngomong)
Simpel aja, cuma sekedar tweet "Flipper sohib gua pasti lagi main di dalem kuburannya dia!" atau "Bro? Halo? Semuanya pada kemana?(Padahal dia lumba-lumba terakhir)" Ya kalau selera humor kalian kasta tinggi pasti kalian ketawa.
Dan kalian liat jumlah retweets yang @LastDolphin dapet? 2000+, nggak sedikit.
Tapi saya tanya lagi, si @LastDolphin ini meninggalkan ciri khasnya sebagai "Lumba-lumba terakhir" tidak?
Segala tweet yang dia buat selalu berujung ke fakta bahwa dia adalah lumba-lumba terakhir.
Tapi bisa dilihat di Indonesia, account yang mengaku parodi. Nggak ada yang menunjukkan ciri khas karakternya, tapi malah fokus ke "ngobrol ke sesama parodi" dibanding menghibur timeline. Sama aja kayak akun RP.
Kalau saya bilang, parodi yang sukses di Indonesia itu @Poconggg.
Kalau RP sendiri apaan om?
RP?
RP itu seperti yang kita lihat. Di timeline kita, meskipun di bionya tertulis parodi, dia adalah roleplayer.
Sekali lagi, dia adalah roleplayer. Btw, ini ada tips trik untuk bermain roleplayer di twitter, klik di sini.
Dan saya bilang sekali lagi, jangan malas untuk membaca ini jika anda memang belum mengerti.
Soalnya saya pernah lihat ada rp seperti ini, "Bedanya rp sama parody apa ya?" Begitu diberi link ke situs penjelasannya, malah bilang "Aduh panjang, males baca".
Kill yourself, please.
Roleplayer itu tempat dimana kita memerankan si artis, sebenarnya dunia RP Indonesia itu yang mengandung lebih banyak ooc dibanding parody.
Dan dunia RP kita ini makin kacau sejak isu "ooc-less ooc". Yang setuju langsung pada ngelakuin, nyoba less ooc. Yang tidak setuju itu menjadi masalah untuk saya, mereka justru sibuk ngebash sana-sini, terus berkata indah tentang betapa bodohnya ide less ooc, tidak ada rp yang tidak ooc, dan ada juga yang menulis opini yang tidak didahului riset dan belajar tentang rpw dahulu, istilahnya, hanya sekedar omong kosong.
Kalau tidak mau mencoba less ooc, jangan sudutkan orang-orang yang sudah berusaha less ooc. Karena sejauh yang saya baca di situs tips dan trik bermain RP, sebenarnya ooc itu tidak dilegalkan. Tapi karena kita di Indonesia dan budaya RPs kita sudah sering ooc yasudah, yang penting tidak mengotori nama artisnya kan?
Tapi apa gunanya tidak mengotori nama artis realnya tapi tidak membawa ciri khas dari artis itu? Ini membuat saya sendiri jadi ikut merenung. Yes, I'm a bad roleplayer, trust me.
Satu hal yang ingin saya lakukan, saya ingin menjadi roleplayer yang mampu menyatukan ciri khas saya sebagai owner acc dan ciri khas artis yang saya perankan.
But, its too late. It's already December 31 of 2012.
Saya bisa bilang, 2012 adalah masa terburuk RPW.
Bagaimana dengan 2013? Bisakah kita mengubah pola pikir RPs Indonesia?
Jangan ada yang berbau nyolot lagi jika bisa.
-Jantan.
24.12.12
surat pembaca #2
RP atau RL?
Hello Om MYPD, Maaf menganggu om, saya mau berbicara mengenai #AskRPs (Apa?) itu loh ada fanbase RP/acc RP yang suka nanya-nanya gitu. Mungkin om pernah melihatnya, dan juga bisa dilihat respon-respon dari para RPs yang iseng-iseng menjawabnya. Mereka lebih suka nanya-nanya tentang RL ketimbang RP (Ini kan RP bukan RL kenapa pake diomongin segala -_-) rada kurang kerjaan sih emang (ya terus kenapa?)Nih om contohnya: #AskRL Tinggi lo berapa? (Dalem hati: Nanya ke siapa? ini RP ya bukan RL -_-)Dan... jeng jeng jeng... sip anak RP jadi pamer tinggi RL. Kenapa? Ya salahin mereka sendiri makanya jangan jadi orang sombong #plak Kasihan tau yang pendek jadi minder tuh gara-gara yang tinggi kepedean -_- wkwkTerus, itu sudah pasti mengundang perbedaan. Istilahnya "Lu pendek ya pendek, gua tinggi ya tinggi (di RL)." (Sadar ya yang pernah nulis ini sebelumnya) WOY INI RP BUKAN RL! Maaf. Mencoba slow. Maklumi.Sekarang-sekarang apa lagi. Ada fams RL itulah. Tau kan? Wks mentang-mentang keturunan orang apa -_- Mati sana #eh Mati juga gak bakalan ditanyain kaya gituan (Kecuali hal khusus. Tau lah om semua manusia keturunan itu) Sekali lagi, saya minta maaf om, saya kurang jago dalam bahasa formal karena namanya juga belajar (?) wks. Saya juga terlalu frontal dalam menyampaikan hal tersebut kepada om. Segitu aja ya om, terimakasih.Maaf telat bacanya, baru sempat buka email lagi.
Iyasih, kadang saya kurang nyaman sama kegiatan base yang kepoin anak RP.
Ya tahu, pastinya itu untuk mengisi waktu atau apalah.
Tapi ya tahulah pasti untuk ajang pamer, termasuk si admin base.
Saya, dari sudut pandang anak RP (bukan sebagai admin mypd)
Saya nggak nyaman sama rpbase kayak gitu. Kesannya mereka pamer banget gitulah.
Nobash, rlnya anak rp itu rata rata langit dan bumi sama artis yang mereka rpin. Ya kita memang harus bangga sama diri sendiri sih. Tapi kalo misalnya kamu pasang ava rl kamu di acc RPmu (ex:tiffany, siwon) ya itu namanya bukan bangga, menghina diri sendiri itu.
Pas saya baru mengenal beberapa akun base RP, ternyata di base2 RP lagi heboh foto real si admin.
Biasalah, yang suka share begituan kan cewek-cewek. Dan saya liat, teman-teman sekolah saya yang cewek jauh lebih cantik daripada mereka. Hehe nobash lagi ya
Dan reaksi RPs: banyak yang bilang cantik, imut, dkk. Jelaslah si admin makin besar kepala. Dia pun memamerkan bahwa dia ingin ikutan audisi pencarian bakat. Apa ya itu? IMB? ah lupa.
Ya Tuhan, orang kayak begini masih ada peduli? Ngakak najis lah wajah kayak bekas gilesan aspal aja bangga, temen-temen gua juga lebih cantik weh - Pikir saya kala itu, ini murni pendapat saya, pendapat asal bicara tanpa mikir perasaan orang.
Itulah saya, saya suka menjudge orang seenak jidat, meski hanya di pikiran. Professional, jangan sembarangan ngeluarin opini.
Dan saya tahu pasti banyak orang yang seperti saya. Daripada kena judge dari orang-orang macem saya mending jangan cari masalah deh. Bahaya.
Hehe, jawaban saya aneh kah? Maklum, ngantuk.
12.12.12
Surat pembaca
Saya selalu menghimbau para penikmat sekaligus pihak kontra untuk melayangkan segala macam surat yang masuk ke MYPD,
Pertama. Jleb. Jleb. MYPD yang hanya terdiri dari 5 admin, pastinya sulit untuk menulis tweets dari segala pandang sisi.
Tapi saya juga tidak menulis tweets semudah RPs ataupun admin fanbase lain dalam menyampaikan pikirannya. Draf yang tidak saya kirim itu banyak sekali, bahkan ketika saya diskusi dengan salah satu admin (baca: debat dengan admin lain) saya juga menerapkan Draft-Sent.
Tidak tahu draft-sent? Upay.
Saya sendiri mengakui, terkadang saya ketika melihat ada tweet RPs di timeline, lalu kebetulan dia memunculkan hasrat "debat" saya, saya pun harus menahan untuk tidak menulis tweet.
Ini base, bukan akun pribadi. Saya tidak boleh sembarang menulis sesuka hati, sebagai akun masyarakat.
Lagipula mungkin saya memang owner dari MYPD, tapi bukan berarti saya bebas melakukan apapun terhadap MYPD, karena saya sendiri sudah menambah admin. Saya menghormati hak mereka sebagai admin, dan saya tidak akan menghentikan MYPD karena alasan saya sendiri.
Intinya apa ya? Terimakasih atas masukkannya, kami sebagai admin akan berusaha lebih baik lagi.
Sekali lagi terimakasih banyak.
Yang merasa admin fanbase, ngaku saja. Meski anda menyuruh tidak ooc, sebenarnya anda juga memancing ooc. MYPD juga pasti berperan dalam ooc-nya para RPs. /kabur/
Ini pertanyaan yang sulit dijawab.
Maybe ada yang punya jawaban/opini? Kirimkan ke email kami officialmypd@yahoo.com
Jawaban yang tidak mengandung unsur SARA akan dipost.
Terimakasih atas perhatiannya!
Jantan
Berhubung e-mail kami error beberapa waktu yang lalu,
Saya baru bisa membuka emailnya sekarang.
Feedback yang masuk hingga sekarang masih terbilang positif; sekalipun itu kritik, tapi kritik yang masih bersifat membangun.
Dialektika dan MYPD
Selamat malam, Yang Bersahaja.
Saya yang comment di chatbox blog anda. Dan karena anda menyuruh untuk mengirim lewat surel, saya tidak jadi anonim lagi kan. Menurut saya ini bisa bikin pandangan terhadap saya jadi subjektif. Ya sudah tak mengapa. Saya anggap kalian cukup objektif untuk mendengarkan (membaca? Haha get it?) saya. Ngomong-ngomong saya tidak jadi membahas RPW. Entry baru kalian bikin saya banting setir. Saya mau menyemangati para admin saja. Lalala yeyeye. *muka datar*
BTW pegel ngomong formal.
Langsung ke topik. Akhir-akhir ini gue tertarik sama ilmu filsafat. Menurut ilmu ini, suatu masalah bisa diselesein dengan dialektika. Dialektik sendiri berasal dari kata dialog yang berarti komunikasi dua arah, istilah ini telah ada sejak masa yunani kuno ketika diintrodusir pemahaman bahwa segala sesuatu berubah (Kata Wikipedia begini, gue sih iya-iya aja). Intinya dialektika ini merupakan cara untuk menyelesaikan masalah.
Metode dialektika yang gue baca baru dua, yaitu versi Georg Hegel dan versi Tan Malaka. Yang kedua baru di-skimming doang jadi mungkin nggak bakal bisa terperinci ngejelasinnya. Secara garis besar, Hegel merumuskan teori dialektika dengan tiga unsur: Tesis, anti-tesis, dan sintesis.
Secara singkat, tesis adalah pernyataan yang seiya, anti-tesis itu yang disebut dengan pengingkaran, dan sintesis berada di antara keduanya. Gampangnya gini, ambillah contoh MYPD. MYPD memerangi RP yadong. Pasti ada yang pro (sebagai tesis) pula kontra (sebagai anti-tesis). Tapi nggak menutup kemungkinan kalo itu semua bisa diambil jalan tengahnya. Eng ing eng.. Jadilah sintesis! Bukan untuk mencari siapa yang benar dan salah (karena toh semuanya subjektif), tapi sekedar menciptakan keselarasan. Intinya: Melihat sesuatu—apapun itu—lewat lebih dari satu sisi. Sesuatu yang selama ini belum dilakukan dengan baik oleh MYPD, menurut saya. Yah, tapi kalian lumayan kok. 8/10 lah kira-kira. Cuma perlu sedikit lebih sabar aja.
“Dalam realitas dualitas ini, tidak ada yang absolut. Segalanya relatif bergantung pada sudut pandang sang subjek. Yang berarti juga, segalanya hadir berpasangan. Ada kiri berarti ada kanan, ada tinggi berarti ada rendah, ada positif berarti ada negatif, ada Yin, ada Yang. Nah, harmoni antar-keduanyalah yang harus dihadirkan dalam hubungan kamu dengan alam.” –Supernova: Petir (Dee, 2004)
Udah segitu aja. Kagak jelas yak. Emang. Mohon maaf kalau ada informasi yang salah, atau sebelumnya admin sudah tahu lebih dulu, atau kekurangkerjaan saya menggabung-gabungkan teori filsafat dengan RPW.
Ini baru permulaan bagi MYPD. Dan semuanya.
Regards,
Juga Anon (yang Sekarang Sudah Bukan Anon Lagi)
Pertama. Jleb. Jleb. MYPD yang hanya terdiri dari 5 admin, pastinya sulit untuk menulis tweets dari segala pandang sisi.
Tapi saya juga tidak menulis tweets semudah RPs ataupun admin fanbase lain dalam menyampaikan pikirannya. Draf yang tidak saya kirim itu banyak sekali, bahkan ketika saya diskusi dengan salah satu admin (baca: debat dengan admin lain) saya juga menerapkan Draft-Sent.
Tidak tahu draft-sent? Upay.
hipokrit. Ya, hipokrit...
Saya sendiri mengakui, terkadang saya ketika melihat ada tweet RPs di timeline, lalu kebetulan dia memunculkan hasrat "debat" saya, saya pun harus menahan untuk tidak menulis tweet.
Ini base, bukan akun pribadi. Saya tidak boleh sembarang menulis sesuka hati, sebagai akun masyarakat.
Lagipula mungkin saya memang owner dari MYPD, tapi bukan berarti saya bebas melakukan apapun terhadap MYPD, karena saya sendiri sudah menambah admin. Saya menghormati hak mereka sebagai admin, dan saya tidak akan menghentikan MYPD karena alasan saya sendiri.
Intinya apa ya? Terimakasih atas masukkannya, kami sebagai admin akan berusaha lebih baik lagi.
Sekali lagi terimakasih banyak.
Surat #2 : Ask
apa yang kau pikirkan tentang Fanbase yang terlalu ooc. mereka menyuruhkita tidak ooc. tapi mereka yang ooc. tanggapan anda bagaimana?Waini. Ini. Ini.
Yang merasa admin fanbase, ngaku saja. Meski anda menyuruh tidak ooc, sebenarnya anda juga memancing ooc. MYPD juga pasti berperan dalam ooc-nya para RPs. /kabur/
Ini pertanyaan yang sulit dijawab.
Maybe ada yang punya jawaban/opini? Kirimkan ke email kami officialmypd@yahoo.com
Jawaban yang tidak mengandung unsur SARA akan dipost.
Terimakasih atas perhatiannya!
Jantan
11.12.12
#SHOWOFF
#SHOWOFF itu apasih?
Buat yang bertanya, according to dictionary.com tuh begini:
Oke, saya bukan maestro bahasa inggris, jadi saya perlu bantuan Google untuk melacaknya.
#SHOWOFF (Show Off) itu pamer.
Entah kenapa saya menyertakan hashtag disini, biar serasa selebtwit nih.
Just like our topic today, we're going to talk about #SHOWOFF. Especially on RPW
Apalagi lagi TTWW #FlashbackRPW2012
Semua orang tahu RPW selama setahun ini berubah drastis. Saya yang baru gabung RPW tahun ini saja merasakan perubahannya.
Salah satunya, followers anak-anak RP sekarang banyaknya segini segini:
Padahal dulu suatu RP dikatakan eksis jika followersnya segini:
Lalu sekarang, banyak "judging" di RPW.
Kemarin saat sedang jalan-jalan, lalu nemu tweets ini:
Panggilan Oppa, Unnie, Hyung, Nuna, Sunbaenim, Dongsaeng itu kan kultur dari Korea sendiri.
Tweets seperti itu kadang seakan menyalahkan budaya mereka kan, lagian kita sendiri memerankan orang Korea, yang bahasanya seperti itu.
Sekarang masuk ke topik #SHOWOFF
Sebelumnya, tweet di atas tadi saya nggak tahu tweetsnya siapa.
Tapi sebagai pembaca tweets tadi, saya merasa "Siapa juga peduli beginian, norak,"
Ini twitter, bukan sekolah. Ngapain juga pamer prestasi atau nilai.
Kayak kalau nulis gituan kamu bakal jadi sukses atau gimana, kan nggak juga.
Malah yang didapet cuma cap sombong; pamer; dst.
Apalagi yang pamer wajah RL,
mau wajah aslinya bagus ataupun jelek sama aja, tetep nggak respek.
Jadi,
Masih mau pamer?
Buat yang bertanya, according to dictionary.com tuh begini:
Oke, saya bukan maestro bahasa inggris, jadi saya perlu bantuan Google untuk melacaknya.
ooh, itu toh artinya...
Kesimpulan sementara:#SHOWOFF (Show Off) itu pamer.
Entah kenapa saya menyertakan hashtag disini, biar serasa selebtwit nih.
f*ck yeah
Just like our topic today, we're going to talk about #SHOWOFF. Especially on RPW
Apalagi lagi TTWW #FlashbackRPW2012
tidak terasa sudah penghujung tahun 2012 kawan
Salah satunya, followers anak-anak RP sekarang banyaknya segini segini:
random pick yang muncul di timeline ternyata followersnya seginian...
Padahal dulu suatu RP dikatakan eksis jika followersnya segini:
awal-awal join yang followersnya segini itu eksis
Lalu sekarang, banyak "judging" di RPW.
Kemarin saat sedang jalan-jalan, lalu nemu tweets ini:
itch please
Okelah setuju saja.Panggilan Oppa, Unnie, Hyung, Nuna, Sunbaenim, Dongsaeng itu kan kultur dari Korea sendiri.
Tweets seperti itu kadang seakan menyalahkan budaya mereka kan, lagian kita sendiri memerankan orang Korea, yang bahasanya seperti itu.
ini emang imut bukan sok imut
emang dasarnya mereka cocok punya kultur gituan
Sekarang masuk ke topik #SHOWOFF
bukan, bukan show off pantat....
Yang begini maksudnya:
Terus gue harus bilang koprol sambil wow gitu
Tapi sebagai pembaca tweets tadi, saya merasa "Siapa juga peduli beginian, norak,"
Ini twitter, bukan sekolah. Ngapain juga pamer prestasi atau nilai.
Kayak kalau nulis gituan kamu bakal jadi sukses atau gimana, kan nggak juga.
Malah yang didapet cuma cap sombong; pamer; dst.
Apalagi yang pamer wajah RL,
mau wajah aslinya bagus ataupun jelek sama aja, tetep nggak respek.
nabilah JKT48 cantik kok, maksudnya ini permisalan buat yang pamer.
Jadi,
Masih mau pamer?
Langganan:
Postingan (Atom)

















