30.12.12

Beda RP dan Parodi

Apasih beda RP dan parodi?
Ga di ask.fm, ga di twitter pasti dapet pertanyaan itu.
Pikiran saya udah cukup keruh sama pertanyaan itu, dan di pikiran gua mikir kenapa mereka ga googling sendiri. Dan ada yang ngomong gini ke saya, "Enakan nanya sama lu om,"
Waks saya ambil positifnya, berarti saya lebih dibutuhkan daripada GOOGLE hahahaha.

siapa butuh anda selama ada MYPD hah

Okelah bahasa saya campur aduk.
Kebetulan ask.fm sudah memasuki fase sepi, saya memutuskan membuat postingan FAQ. Kali aja ada yang nanya LAGI dan saya gaperlu sedia payung/piring cantik untuk menyelamati mereka sebagai penanya kesekian atau apalah

"Om, bedanya parody dan rp itu apa?" saya yang biasanya bakal facepalm melihat pertanyaan ini akan dengan senang hati menjawab, "Silahkan cek link ini, baby.." Sembari memberi tatapan maut ala Don Juan.
Lalu ia jatuh cinta pada saya, kami couplean, lalu ternyata dia real Tiffany SNSD. Sungguh, berkhayal itu indah..

Anak saya sama Tiffany jadinya apa ya. Ah sudahlah berhenti bermimpi bung, kau tidak mungkin mendapatkan Tiffany.... kali aja jodohnya malah sama Krystal.

Mulai dari parodi dulu ya, karena jujur saya lebih suka parodi.
Parodi itu sifatnya menghibur, lebih ke lucu-lucuan. Jelas lah diwajibkan ooc. Tapi kebanyakan anak rp pada ga ngerti maksud ooc untuk parodi itu gimana.

OOC itu OUT OF CHARACTER, maksudnya kita memerankan si artis secara melenceng dari sifat aslinya.

Nah sementara parodi yang ooc itu, yang disuruh ooc itu cuma sifatnya. Tapi kita mesti ngerti betul kondisi dan keadaan si artis tersebut.
Macem sinetronisasi twitter si artis.
Misal pas ada berita Sunye WG nikah.

Bakal epic kalo ada parodi Sunye ngetweet segera: "Gua mau kawin Januari, ciye yang masih pada belom laku kesian deh ckck"
Trus dibales sama Yubin WG (Yubin lebih tua dari Sunye kan?): "Ciyee yang ngelangkahin gue kawin..pret"

Oke itu tadi gabisa buat patokan. Secara candaan yang saya lontarkan itu candaan oom-oom, garing tapi dipaksakan. Saya yakin parodies Indonesia lebih lucu.

Tapi tetep aja itu epic. Kalo saya liat, parodi se-ooc apapun gaakan ninggalin ciri khas karakter yang dia mainkan. Coba cek artikel tentang Parodi Twitter Terbaik di sini.

Ambil contoh dari artikel tadi, misal @LastDolphin.
Parodi itu kebentuk dari isu bulan Agustus tentang mulai punahnya lumba-lumba hidung botol.
Si Dolphin ini pastinya ooc (semua orang tau, kecuali kamu percaya lumba-lumba bisa ngomong)
Simpel aja, cuma sekedar tweet "Flipper sohib gua pasti lagi main di dalem kuburannya dia!" atau "Bro? Halo? Semuanya pada kemana?(Padahal dia lumba-lumba terakhir)" Ya kalau selera humor kalian kasta tinggi pasti kalian ketawa.

Dan kalian liat jumlah retweets yang @LastDolphin dapet? 2000+, nggak sedikit.
Tapi saya tanya lagi, si @LastDolphin ini meninggalkan ciri khasnya sebagai "Lumba-lumba terakhir" tidak?
Segala tweet yang dia buat selalu berujung ke fakta bahwa dia adalah lumba-lumba terakhir.

Tapi bisa dilihat di Indonesia, account yang mengaku parodi. Nggak ada yang menunjukkan ciri khas karakternya, tapi malah fokus ke "ngobrol ke sesama parodi" dibanding menghibur timeline. Sama aja kayak akun RP.

Kalau saya bilang, parodi yang sukses di Indonesia itu @Poconggg.

Kalau RP sendiri apaan om?

RP?

RP itu seperti yang kita lihat. Di timeline kita, meskipun di bionya tertulis parodi, dia adalah roleplayer.
Sekali lagi, dia adalah roleplayer. Btw, ini ada tips trik untuk bermain roleplayer di twitter, klik di sini.

Dan saya bilang sekali lagi, jangan malas untuk membaca ini jika anda memang belum mengerti.

Soalnya saya pernah lihat ada rp seperti ini, "Bedanya rp sama parody apa  ya?" Begitu diberi link ke situs penjelasannya, malah bilang "Aduh panjang, males baca".

Kill yourself, please.

Roleplayer itu tempat dimana kita memerankan si artis, sebenarnya dunia RP Indonesia itu yang mengandung lebih banyak ooc dibanding parody.

Dan dunia RP kita ini makin kacau sejak isu "ooc-less ooc". Yang setuju langsung pada ngelakuin, nyoba less ooc. Yang tidak setuju itu menjadi masalah untuk saya, mereka justru sibuk ngebash sana-sini, terus berkata indah tentang betapa bodohnya ide less ooc, tidak ada rp yang tidak ooc, dan ada juga yang menulis  opini yang tidak didahului riset dan belajar tentang rpw dahulu, istilahnya, hanya sekedar omong kosong.

Kalau tidak mau mencoba less ooc, jangan sudutkan orang-orang yang sudah berusaha less ooc. Karena sejauh yang saya baca di situs tips dan trik bermain RP, sebenarnya ooc itu tidak dilegalkan. Tapi karena kita di Indonesia dan budaya RPs kita sudah sering ooc yasudah, yang penting tidak mengotori nama artisnya kan?

Tapi apa gunanya tidak mengotori nama artis realnya tapi tidak membawa ciri khas dari artis itu? Ini membuat saya sendiri jadi ikut merenung. Yes, I'm a bad roleplayer, trust me.

Satu hal yang ingin saya lakukan, saya ingin menjadi roleplayer yang mampu menyatukan ciri khas saya sebagai owner acc dan ciri khas artis yang saya perankan.

But, its too late. It's already December 31 of 2012.

Saya bisa bilang, 2012 adalah masa terburuk RPW.

Bagaimana dengan 2013? Bisakah kita mengubah pola pikir RPs Indonesia?

Jangan ada yang berbau nyolot lagi jika bisa.

-Jantan.

Tidak ada komentar: