12.6.15

Persetan dengan aturan

WARNING! Saya sudah lama tidak bermain RP, jadi maaf jika ternyata problem RP jaman sekarang sudah berbeda.

Saya sudah lama nggak update, tapi nggak perlu basa-basi ya? Btw, saya juga lebih nyaman pakai saya-anda daripada lo-gua karena saya toh bukan orang Jakarta, hehe.

Oh itu tadi itungannya basa-basi ya.

Nah, langsung masuk aja ke topik. Udah lihat kan judulnya di atas? Awalnya saya mau nulis fuck the rules tapi nanti baru baca judul udah diprotes sama haters yang ribet.

Ada apa dengan aturan? Kenapa persetan?
Sedikit mengingat masa lalu, ingat kan kalian jaman ketika main RP itu harus lewat agency? Ketika kita mention admin agency, dan mereka bertanya mau jadi siapa, masih ada atau tidak, dan akhirnya memberikan kita basic rules dan meminta kita untuk verifikasi setelah jadi.

Basic rules setiap agensi biasanya sama atau mirip mirip. Hebatnya anak RP jaman dulu, mereka patuh dengan aturan. Lebih hebat lagi, kalaupun ada yang melanggar biasanya masalah nggak pernah sebesar sekarang.

Jaman sekarang, jelas >50% dari pengguna RPW tidak menggunakan agensi lagi. Agensi memang ribet, dan sepertinya user RPW memang tidak suka segala sesuatu yang ribet, apalagi pakai aturan yang lumayan ketat.

Padahal, aturan itu ada bukan untuk dilanggar, aturan itu ada dan adalah hasil dari kesepakatan bersama, supaya sama-sama enak untuk hidup berdampingan. Paham lah, manusia. Nggak semua manusia itu punya karakter yang sama, dan kalau aturan itu tidak ada, manusia tidak akan pernah bisa hidup berdampingan dengan damai atau setidaknya jarang konflik.

Kelihatan kan, setelah pamor agensi meredup dan sekarang RP rata-rata non-agensi, konflik semakin banyak. Sebenarnya saya sih tidak melarang adanya konflik, justru konflik sesekali itu membuat hidup RP tidak bosan. Tapi kalau konfliknya terus menerus, justru malah jadi bosan kan? Lagipula untuk pihak yang bertikai pasti juga lelah dan cuma dapat dosa.

Kalau jaman agensi, admin agensi adalah pihak yang bertanggung jawab untuk melerai. Coba, dengan tidak adanya agensi dan aturan-aturannya, siapa yang mau bertanggung jawab dan melerai setiap pertikaian? Nobody cares. Paling paling yang peduli cuma teman2 pihak terkait yang akhirnya memihak dan memperpanjang masalah.

Sebenarnya saya bukan menekankan untuk agensi kembali dihidupkan. Senyaman kalian saja kalau main RP, kalian tidak suka username seragam, kalian mau username bebas, kalian tidak mau terikat aturan-aturan, kalian tidak mau diunver cuma karena tidak log-in selama seminggu. Silahkan jadi roleplayer bebas!

Tapi, setidaknya kalian harus paham dan mau patuh dengan ATURAN BERETIKA. Ini sebenarnya hal yang paling dasar, dan sudah ditanamkan di otak kalian sejak kalian masih sangat muda.

Sebenarnya mudah saja, karena aturan beretika itu ada untuk menjaga kerukunan. aturan dasar dan inti dari aturan beretika itu hanya menjaga sikap. Jaga sikap, lakukan hal yang diperbolehkan, dan jangan lakukan hal-hal yang tidak membuat orang lain nyaman. Lalu, kesampingkan ego. Ini nih penting, karena 99% masalah itu berasal dari orang-orang yang mementingkan egonya sendiri. Kesampingkan ego, hargai orang lain.

Untuk kalian yang terlalu sombong dan tidak mau mematuhi hal yang bahkan sangat dasar ini, JANGAN SEKALI-KALI mengeluh karena punya banyak haters.

Saya sering lihat RPs yang mengeluh, tidak suka kenapa dia selalu disalahkan, entah semua orang membencinya atau apalah. If almost everyone tells you that you're wrong, then thats it. You must have done something wrong.

Jangan playing victim dan menyalahkan haters yang bicaranya kasar atau keterlaluan (misal meneror PA atau menyebarkan foto RL). Dimana-mana haters itu sama sama menyebalkannya. Yang paling penting, apa yang anda lakukan sehingga anda mendapat perlakuan balasan seperti itu? Sekecil apapun kesalahan yang anda lakukan, balasan itu pasti lebih parah.

Apalagi sekarang kita berhadapan dengan komunitas dimana banyak orang dengan bermacam-macam kepribadian, budaya, dan tingkat toleransi yang berbeda pula. Tapi dengan perbedaan itu pasti kita punya satu hal patokan yang sebenarnya membuat kita bisa saling hidup berdampingan jika kita patuh di dalamnya.

Kita mungkin masih remaja, tapi apa salahnya kita menyikapi masalah dengan lebih dewasa, toh untuk bekal kita di masa depan. Kan kita juga yang diuntungkan jika kita mampu bersikap dengan baik. Di setiap tes wawancara pasti kelihatan orang yang tidak mampu menjaga sikap. Padahal tes wawancara itu selalu dibutuhkan, sejak dari wawancara kerja, wawancara sekolah, bahkan untuk pertukaran pelajar.

Jadi? untuk kalian yang sering sekali kena masalah, what goes around comes around, maybe you deserves that hate. Lebih baik kalian introspeksi ke diri kalian sendiri.

Kalau anda ingin mendapatkan yang terbaik, maka kalian harus memantaskan diri untuk mendapatkan yang terbaik. Easier said than done, but after you've done it you do realize how easy it was to have a better life.

Berhenti mengeluhkan dan menyalahkan keadaan seperti seorang pecundang, hadapi semuanya seperti seorang juara. 

Yours truly,

Jan Tanslim.

1 komentar:

Annisa Octaria Aminy mengatakan...

Wah sudah setahun saya meninggalkan dunia Roleplayer-an dan ternyata semakin aneh-aneh aja ya.
Btw, lagi buka blog lama dan akhirnya blogwalking kesini lol rindu juga menjadi pengamat para RPers labil